Friday, July 6, 2018

(: SISTEM PENCERNAAN MANUSIA :)


B. SALURAN PENCERNAAN MAKANAN
Makanan diproses dalam tubuh melalui 4 tahap, yaitu :
         1.         Ingesti yang terjadi di mulut,
         2.         Digesti (pencernaan),
         3.         Absorbsi (penyerapan), dan
         4.         Defekasi (pengeluaran) melalui anus.
Pencernaan ialah proses memecah makanan menjadi molekul yang lebih kecil sehingga dapat diserap oleh tubuh melalui pembuluh darah. Selanjutnya, molekul makanan dari darah masuk ke dalam sel yang melintasi membran sel. Molekul yang tidak dapat digunakan dan tidak dibutuhkan oleh tubuh akan dikeluarkan dari tubuh melalui sistem ekskresi seperti keringat dan urine. Makanan yang tidak tercerna akan dibuang melalui anus berupa feses, proses ini disebut defekasi.
Pencernaan dibagi menjadi 2, yaitu :

  1.          1.  Pencernaan Mekanik, melalui mulut. Makanan dikunyah, dicampur dan diremas.

  1.          2.       Pencernaan Kimiawi, yaitu menguraikan molekul besar makanan menjadi molekul yang lebih kecil.

       I.            Organ Pencernaan Makanan
Terdiri atas :
                                 1.         Organ utama yaitu saluran pencernaan.
                                 2.         Organ aksesoris (tambahan)
Saluran Pencernaan, yaitu :
          1.          Mulut
§  Pencernaan Ingesti
§  Terdapat : gigi, lidah dan kelenjar air liur (saliva).
§  Air liur mengandung mukosa (lendir),senyawa antibakteri dan enzim amylase.
§  Macam pencernaan :
a)      Pencernaan Kimiawi oleh enzim ptyalin yang menguraikan pati dan makanan menjadi zatgula.
b)      Pencernaan Mekanis yang terjadi di mulut. Gigi melumat dan mengaduk makanan.
§  Panjangnya 8 cm.
§  Waktu yang dibutuhkan untuk proses pencernaan 5-30 detik.

         2.         Kerongkongan (Esofagus)
Makanan yang berbentuk bolus akan masuk ke dalam tekak (faring). Faring ialah saluran yang memanjang dari belakang rongga mulut sampai ke permukaan kerongkongan (esophagus). Pada pangkal faring terdapat katup pernafasan yang disebut epiglotis. Epilogtis sendiri berfungsi untuk menutup ujung saluran pernafasan (laring) agar makanan tidak masuk ke saluran pernafasan. Setelah itu, bolus menuju ke esophagus (kerongkongan). Otot kerongkongan berkonstraksi sehingga menimbulkan gerakan meremas yang mendorong bolus ke dalam lambung. Persitiwa ini disebut dengan gerak peristaltic.
Panjang kerongkongan sekitar 25 cm serta waktu yang dibutuhkan untuk gerak peristaltic tersebut sekitar 10 detik.

         3.         Lambung
§  Terjadi pencernaan :
a)      Mekanik : Otot lambung berkonstraksi, mengaduk-aduk bolus.
b)  Kimiawi : Bolus tercampur dengan getah lambung yang mengandung HCL (Membunuh bakteri), enzim pepsin (Mengubah protein menjadi pepton) dan renin (Mengubah kaseinogen menjadi kasein).
§  Panjangnya 16 cm serta waktu untuk proses pencernaannya 2-4 jam.
§  Selama 2-4 jam bolus menjadi bahan berwarna kekuningan yang disebut kimus (bubur usus). Kimus akan masuk sedikit demi sedikit ke dalam usus halus.

         4.         Usus Halus
§  Terdiri dari 3 bagian :
a)      Usus dua belas jari (Duodenum)
terdapat saluran yang terhubung dengan kantung empedu dan pancreas.
b)      Usus tengah (Jejunum)
usus kosong.
c)      Usus penyerapan (Ileum)
§  Cairan pancreas mengandung :
a)      Enzim Lipase : mencerna lemak.
b)      Enzim amilase : Mencerna amilum.
c)      Enzim Tripsin : Mengubah protein menjadi polipeptida (asam amino).
§  Cairan empedu juga bekerja mengemulsikan lemak pada kimus dengan cara mengubah lemak menjadi larut dengan air.
§  Pankreas juga menghasilkan hormone insulin yang berfungsi menurunkan kadar gula darah. Dilanjutkan zat-zat makanan diserap. Penyerapan zat-zat makanan terjadi di ileum.
§  Glukosa dan vitamin yang larut dalam air, asam amino dan mineral setelah diserap oleh vili usus halus akan dibawa oleh pembuluh darah kemudian diedarkan ke seluruh tubuh.
§  Asam lemak, gliserol dan vitamin yang larut dalam lemak setelah diserap oleh vili usus halus akan dibawa oleh pembuluh getah bening dan akhirnya masuk ke pembuluh darah.

         5.         Usus Besar (Kolon)
§  Panjangnya ± 1 meter.
§  Terdiri atas :
a)      Kolon (Mendatar)
b)      Ascendes
c)      Kolon (Menurun)
Transversum.
d)      Kolon Decendens
§  Di antara usus halus dan usus besar terdapat usus buntu (sektum). Pada ujung sektum terdapat tonjolan kecil yang disebut umbai cacing (apendiks) yang berisi sejumlah sel darah putih yang berperan dalam imunitas.
§  Bahan makanan pada usus besar : zat-zat sisa yang tidak dapat tercerna, misalnya selulosa. Zat-zat sisa berada dalam usus besar selama 1-4 hari.
§  Usus besar berfungsi mengatur kadar air pada sisa makanan.
“Bila kadar air banyak maka dinding usus besar akan menyerap kelebihan air tersebut.”
“Bila kadar air kurang maka dinding usus besar akan mengeluarkan air dan mengirimnya ke sisa makanan.”
§  Terdapat bakteri Escherichia Coli yang membantu membusukkan sisa-sisa makanan, membentuk vitamin K dan B12.
§  Sisa makanan yang tidak terpakai beserta gas-gas yang berbau yaitu tinja (feses) akan dikeluarkan melalui anus.

    II.            Organ Pencernaan Tambahan
§  Berupa kelenjar-kelenjar pencernaan.
§  Kelenjar itu berperan membantu dalam mencerna makanan.
§  Kelenjar pencernaan berfungsi menghasilkan enzim-enzim yang digunakan dalm membantu pencernaan makanan secara kimiawi.
§  Organ pencernaan tambahan :
         1.         Hati
Sebagai penawar racun dan Menghasilkan getah empedu.

         2.         Kantung Empedu
Menghasilkan getah empedu yang akan mengemulsikan lemak (mencerna lemak).
Menghasilkan cairan empedu yang akan memecah lemak.

         3.         Pankreas
Menghasilkan getah pancreas yang akan menghancurkan makanan.

         4.         Duodenum
Mencampurkan makanan dengan getah empedu yang dihasilkan kelenjar empedu di hati.

    III.            Enzim-Enzim Pencernaan
         1.         Mulut
a)      Kelenjar Saliva menghasilkan enzim Amilase, Mucus/Lendir dan air. Enzim Amilase tersebut memecah pati (amilum) menjadi maltose.

         2.         Lambung
a)      Dinding Lambung menghasilkan :
*      Asam Lambung (HCL) : Membunuh bakteri, Membantu pepsin, Melarutkan mineral.
*      Enzim Renin : Mengubah kaseinogen menjadi kasein.
*      Enzim Pepsin : Mengubah protein menjadi proteosa, pepton dan polipeptida (asam amino).

         3.         Usus Halus
a)      Pankreas menghasilkan :
*      Enzim Karbohidrase Pankreas
Amilum dicerna menjadi maltose/disakarida lainnya.
*      Enzim Lipase Pankreas
emulsi lemak diubah menjadi asam lemak dan gliserol.
*      Enzim Tripsin
protein diubah menjadi polipepetida (asam amino).
*      Enzim Amilase Pankreas
amilum diubah menjadi disakarida (maltose).
b)      Dinding Usus Halus menghasilkan :
*      Enzim Enterokinase
Tripsinogen diubah menjadi tripsin yang akan digunakan dalam saluran pancreas.
*      Enzim Maltase
Maltosa diubah menjadi glukosa.
*      Enzim Laktose
Laktosa diubah menjadi glukosa dan galaktosa.
*      Enzim Sukrase
Sukrosa diubah menjadi glukosa dan fruktosa.
*      Enzim Peptidase
Polipeptida diubah menjadi asam amino.
*      Enzim Lipase
Lemak diubah menjadi asam lemak dan gliserol.
c)      Hati
*      Menghasilkan empedu yang akan mengemulsikan lemak.
*      Menghasilkan getah empedu.
*    Fungsi dari hati : Sebagai penawar racun yang masuk ke dalam tubuh manusia.

No comments:

Post a Comment