Saturday, July 7, 2018

(: ZAT ADITIF DAN ZAT ADIKTIF :)



A. ZAT ADITIF

Merupakan bahan tambahan pada makanan.
Tujuan :
     1.      Untuk meningkatkan kualitas, keawetan, kelezatan dan kemenarikan makanan.
     2.      Sebagai pewarna, pemutih, pengatur keasaman, penambah zat gizi dan anti penggumpal.
     Contoh : Garam dapur, Rempah-rempah, Asam cuka, Gula dan lain-lain.

1.      Bahan Pewarna
a)      Pewarna Alami : Pewarna yang diperoleh dari alam misalnya dari tumbuhan dan hewan.
Keunggulan : Umumnya lebih sehat untuk dikonsumsi.
Kelemahan : Cenderung memberikan rasa dan aroma khas yang tidak diinginkan. Warnanya mudah rusak. Warnanya pucat. Macam warnanya terbatas.
*      Biru : Buah merbei dan anggur.
*      Kuning : Kunyit.
*      Orange : Wortel.
*      Hijau : Daun suji dan pandan.
*      Coklat : Kakao dan caramel.
*      Merah : Buah naga.
*      Hitam : Arang.
b)      Pewarna Buatan : Bahan pewarna yang dibuat di pabrik dengan proses tertentu.
Keunggulan : Harganya murah. Praktis. Warnanya lebih kuat. Macam warnanya banyak. Warnanya tidak rusak.
Permitted colour atau Certified colour : Pewarna yang telah melalui pengujian keamanan dan diizinkan pemakaiannya untuk makanan.
Pewarna tekstil dan pewarna cat tidak boleh digunakan sebagai pewarna makanan karena pewarna cat dan tekstil biasanya mengandung logam-logam berat seperti, arsen, timbale dan raksa yang bersifat racun bagi tubuh.

2.   Pemanis
Dipakai untuk menambah rasa manis yang lebih kuat pada bahan makanan. Dibedakan jadi 2 :
a)      Pemanis Alami
Contoh gula pasir, gula kelapa, gula aren, gula lontar dan bit.
Senyawa yang membuat rasa manis gula : Sukrosa.
b)      Pemanis Buatan : Produk pangan yang manis seperti gula namun rendah kalori. Untuk dikonsumsi orang yang ingin mengurangi asupan gula tinggi kalori namun tetap terasa manis, khususnya penderita kencing manis. Contoh pemanis buatan :
*      Aspartam : jenis gula rendah kalori yaitu sekitar 4 kilo kalori, tingkat kemanisannya 160-200 kali gula pasir.
Keunggulan : Rasa manisnya mirip gula,Tanpa rasa pahit dan Tidak merusak gigi.
*      Sakarin : pemanis buatan yang tidak berkalori. Dibuat dari garam natrium. Asam sakarin berbentuk bubuk Kristal putih, tidak berbau dan sangat manis. Tingkat kemanisan 200-500 kali gula pasir.
Keunggulan : Tidak bereaksi dengan bahan makanan sehingga makanannya tidak mengalami kerusakan dan harga murah.
Kelemahan : Mudah rusak apabila dipanaskan sehingga mengurangi tingkat kemanisan. Apabila digunakan berlebihan membahayakan kesehatan manusia seperti kanker.
*      Kalium Asesulfam. Tingkat kemanisan 200 kali gula pasir.
Keunggulan : Mempunyai sifat stabil pada pemanisan dan tidak mengandung kalori.
*      Siklamat : pemanis buatan yang diizinkan untuk digunakan pada produk makanan dan minuman dengan dosis yang ditetapkan oleh BPOM.
*      Garam natrium dari asam siklamat. Memiliki tingkat kemanisan sekitar 30 kali dari gula pasir.
Keunggulan : Memberikan rasa manis tanpa menimbulkan rasa pahit.
Kelemahan : Tidak memberikan suplai energi bagi tubuh manusia.

3.      Pengawet
Tujuan :
*      Untuk menjaga kualitas bahan makanan dalam kurun waktu tertentu.
*      Untuk mempertahankan kondisi lingkungan pada bahan makanan.
*      Untuk mencegah perkembangan mikroorganisme/mencegah terjadinya reaksi kimia.
Hal yang menyebabkan kerusakan :
*      Kerusakan Mikrobiologi : karena pertumbuhan mikroba seperti jamur/bakteri yang menghasilkan racun.
*      Kerusakan Mekanis : oleh benturan (tertekan dan jatuh).
*      Kerusakan fisik : karena proses fisik yaitu pendinginan dan pemanasan.
*      Kerusakan biologis : oleh serangga dan tikus dan pematangan yang dilakukan oleh enzim pada bahan itu seperti pembusukkan.
*      Kerusakan kimiawi : karena reaksi kimia antar senyawa dalam makanan/reaksi kimia dengan lingkungan penyimpanan.

4.   Penyedap Makanan : Bahan tambahan makanan yang tidak menambah nilai gizi sebagai penguat rasa protein(MSG), penurun rasa amis pada ikan dan penguat aroma buah-buahan.
a)    Penyedap Rasa : Bahan tambahan makanan yang digunakan untuk meningkatkan cita rasa makanan.
Penyedap rasa alami : Bawang putih, gula, garam dapur, udang, teri/ebi dan kaldu ayam/sapi.
Penyedap rasa sintetis : Monosodium Glutamat (MSG).
MSG berlebihan : CHINESE FOOD SYNDROME.
b)    Pemberi Aroma : Zat yang memberikan aroma tertentu pada makanan dan menyebabkan makanan memiliki daya tarik tersendiri.
Bersifat alami : Ekstrak buah strawberry, anggur dan minyak atsiri/vanili.
Bersifat sintetis : Amili kaproat (aroma apel), Asetat (aroma pisang ambon), Etil butirat (aroma nanas), Vanili (aroma vanili), Metil antranilat (aroma buah anggur).


B. ZAT ADIKTIF

Zat Adiktif kelompok :
1.      Teh, Kopi, Rokok, Minuman beralkohol dan Obat bius.
2.      Candu, Heroin, Kokain, Morfin dan Ganja.
3.      Ekstusi, Sabu-sabu, Diocepam dan LSD.
Dibedakan menjadi 3 :
      1.      Zat Adiktif Bukan Narkotika dan Psikotropika
a)      Theine dalam Teh
teh aman dan baik untuk dikonsumsi dalam jumlah tak berlebihan mengandung kafein, teofilin, teobromin dalam jumlah sedikit.
b)      Kafein dalam Kopi
kafein meningkatkan respons kewaspadaan pada otak. Dapat mencegah :
*      Penyakit Parkinson
*      Kanker usus
*      Kanker lambung
*      Kanker paru-paru
*      Obat sakit kepala
*      Tekanan darah rendah
c)      Nikotin dalam rokok
Rokok mengandung nikotin dan tar. Nikotin menyebabkan kecanduan. Merokok menyebabkan :
Luar = perubahan warna gigi dan kulit.
Dalam = Kanker paru-paru.

      2.      Zat Adiktif Narkotika
Berbahaya dan dilarang.
Menyebabkan : Penurunan kesadaran, Hilang rasa, Menghilangkan nyeri.
Narotika : zat/obat dari tanaman/bukan tanaman.
Contoh : Opium, Kokain, Daun ganja, Heroin, Amphetamin

      3.      Zat Adiktif Psikotrpoika
Menyebabkan : Menurunkan aktivitas otak, Menimbulkan kelainan perilaku, Halusinasi, Ilusi, Gila dan perubahan perasaan.
Psikotropika : zat/obat baik alamiah maupun sintetis yang bukan merupakan narkotika.
Contoh : Ekstasi, Sabu-sabu, Diazepam dan LSD.

No comments:

Post a Comment